Masih lama hingga tanggal 29 sept, ada waktu sih untuk mempersiapkan semuanya.
Tapi kok malas sekali. Tanggal 16 ini ada pangilan kursus di rumah seorang teman.
Jauh-jauh datang dari Surabya hanya untuk belajar boneka Jepang.
Inginnya libur, tapi karena teman saya ini sudah jauh-jauh mau datang ke Jakarta, akhirnya saya tidak tega menolak.
Memang Dia tidak dengan sengaja datang untuk kursus. Ada acara pernikahan saudaranya. Tapi dia mencoba untuk menyediakn waktu untuk kursus dengan saya.
BTW, kembali kepersiapan bazaar, sebetulnya acaranya kurang pas untuk pamer boneka Jepang. Wong ini bazaar buat puasa dan menyabut lebaran.
Tapi saya tetep maksa (keukeh euy..) ikutan karena ini acara bareng milist BundainBiz. Sekalian silahturahmi.
Bazaar kali ini bukan untuk jualan, untuk perkenalan dan ajang belajar ikutan pameran.
Jadi ada konsepnya, The Art of Washi, when the journey begin.
Itu judulnya. Ceritanya saya mau kasih tahu kesemua orang perjalanan saya dalam menemukan kecintaan saya akan Boneka Jepang ini. Saya akan keluarkan semua boneka buatan saya. Dari yang jelek sampai yang sedikit bagus. Belum berani bilang bagus karena masih terus belajar.
So, jangan ketinggalan acaranya di Ambraha hotel tanggal 29 Sept, 2007.
Doakan semoga lancar ya.
Salam
Catur
http://www.dievascraft.com/
Next event di bazaar Deperindag tapi klo jadi ya, 2 Okt 2007
Senin, 10 September 2007
Minggu, 09 September 2007
Cium aku dengan Lembut
Sergap sepi menghujam
Aku sendiri
Kau cium aku dengan lembut
Malam ini bulan tak datang
Angin membawa kabar
Jangan kau tunggu dia
Aku berdiri di akhir malam
Menanti embun datang menyapa
Memberi harapan tentang esok
Akankah kita bertemu lagi?
Ataukah ini akhir dari semuanya?
Kau pergi tinggalkan jejak di atas pasir
Tapak kaki yang besar
Semakin jauh aku mengikuti
Semakin tersesat aku
Jauh di gelap malam
Aku masih menunggu
Kau cium aku dengan lembut
Jangan kau pergi
Setidaknya cium aku dengan lembut
Aku sendiri
Kau cium aku dengan lembut
Malam ini bulan tak datang
Angin membawa kabar
Jangan kau tunggu dia
Aku berdiri di akhir malam
Menanti embun datang menyapa
Memberi harapan tentang esok
Akankah kita bertemu lagi?
Ataukah ini akhir dari semuanya?
Kau pergi tinggalkan jejak di atas pasir
Tapak kaki yang besar
Semakin jauh aku mengikuti
Semakin tersesat aku
Jauh di gelap malam
Aku masih menunggu
Kau cium aku dengan lembut
Jangan kau pergi
Setidaknya cium aku dengan lembut
Sabtu, 08 September 2007
Pelangi dan Kupu-kupu
Apakah ada pelangi diujung jalan ini
Warna merahnya dan birunya mengekor di cakrawala
Kupu-kupu berlari diatas embun
Tahukah kamu mereka akan segera mati
Matahari bersinar terik tapi aku tak bisa melihat mu
Kapankah malam datang
Aku bahkan belum sempat terbangun
Dimana kau?
Disini aku berdiri menunggu
Diujung pelagi
Terbang bersama kupu-kupu mati perlahan
Jangan kau sembunyi pengecut!!.
Aku tak akan membunuhmu
Pisau ini ku siapkan bukan untukmu
Aku hanya ingin jiwamu bukan nyawamu
Jiwa itu milikku yang kau ambil saat aku tertidur
Jiwa itu milikku yang kau hisap bersama pagi
Kembalikan atau aku akan tetap abadi
Aku ingin hilang bersama pelangi
Mati bersama kupu-kupu
Dimana kau?
Kutunggu di ujung pelangi.
Cari aku berbadan merah berambut hijau
Berekor kuning bersayap biru
Bila kau cukup berani!!
Jakarta, 08 Sept 2007
Warna merahnya dan birunya mengekor di cakrawala
Kupu-kupu berlari diatas embun
Tahukah kamu mereka akan segera mati
Matahari bersinar terik tapi aku tak bisa melihat mu
Kapankah malam datang
Aku bahkan belum sempat terbangun
Dimana kau?
Disini aku berdiri menunggu
Diujung pelagi
Terbang bersama kupu-kupu mati perlahan
Jangan kau sembunyi pengecut!!.
Aku tak akan membunuhmu
Pisau ini ku siapkan bukan untukmu
Aku hanya ingin jiwamu bukan nyawamu
Jiwa itu milikku yang kau ambil saat aku tertidur
Jiwa itu milikku yang kau hisap bersama pagi
Kembalikan atau aku akan tetap abadi
Aku ingin hilang bersama pelangi
Mati bersama kupu-kupu
Dimana kau?
Kutunggu di ujung pelangi.
Cari aku berbadan merah berambut hijau
Berekor kuning bersayap biru
Bila kau cukup berani!!
Jakarta, 08 Sept 2007
Selasa, 04 September 2007
Fokus Donk!
Minggu ini adalah hari yang berat buat saya lalui.
Bisnis jualan sajadah batik dan jilbab yang saya coba jalani mulai ada banyak permintaan.
Dan ditambah lagi permintaan kursus boneka Jepang saya terus bertambah.
Saya bingung untuk membaginya. Sehingga ada beberapa janji untuk drop jilbab tertunda padahal saya sudah janji kirim akhir bulan Agustus, tapi mungkin baru bisa saya penuhi hari ini.
Ma’af kan saya Jeng Evi, saya molor terus.
Saya semula menjalani jualan sajadah dan jilbab hanya iseng saja. Terbukti dari jarang pasang iklan dan update blog saya di http://www.grosir-batik.blogspot.com/
Blog ini semula diperuntukkan untuk sarana belajar saya untuk berjualan ritel dan grosir. Tapi kok tidak bisa berhenti, permintaan terus saja ada, walau tidak banyak paling juga tdk sampai ½ lusin. Tapi cukup buat kerepotan.
Kerepotan?? Baru melayani segitu aja sudah repot?
Gimana tidak repot saya harus membagi waktu saya untuk jualan dan ngajar kursus. Belum lagi akan ada bazaar di bundainbiz, saya buka stand.
Rencananya di stand ini saya hanya akan pajang boneka Jepang buatan saya.
Ada beberapa kursus kilat bikin boneka Jepang tapi yang tidak rumit, mengingat meja standnya hanya berukuran 1x1.8m saja. Ini ajang kenalan saja, bagi-bagi kartu nama dan hang out sesama bundainbiz.
Mungkin benar apa kata Pak Roni di blognya klo mau bisnis ya harus focus, jangan setengah-setengah, jangan tiru-tiru. Klo rame jualan jilbab ikutan, rame jualan voucher latah mau ikut jualan juga. Duh sampe bingung maunya apa sih??
Trus kapan berhasilnya??
Klo usaha jilbab lg rame semangat tapi klo lagi sepi mlempem deh putus asa, coba-coba cari usaha lainnya. Trus klo gitu terus kapan bisa ada hasilnya. Karena bisnis itu harus ada turun naiknya. Pasang dan surut. Ini prinsip alam semua ada keseimbangannya.
So, kesimpulannya adalah, saya akan menuntaskan dengan baik ‘bisnisan’ ini. Bagi saya main biz saya adalah Boneka Jepang.
Saya punya mimpi akan membuka took, disana saya jual aneka kertas washi dan boneka Washi buatan saya, dan akan ada bebarapa hari saya sediakan untuk kursus. Ini hanya mimpi
Tapi semua yang spektakuler di dunia ini berawal dari mimpi bukan?
Seperti kata Pak Eko June, Anda tidak perlu hebat untuk memulai tapi Anda harus memulai untuk jadi hebat.
Salam
Catur
Bisnis jualan sajadah batik dan jilbab yang saya coba jalani mulai ada banyak permintaan.
Dan ditambah lagi permintaan kursus boneka Jepang saya terus bertambah.
Saya bingung untuk membaginya. Sehingga ada beberapa janji untuk drop jilbab tertunda padahal saya sudah janji kirim akhir bulan Agustus, tapi mungkin baru bisa saya penuhi hari ini.
Ma’af kan saya Jeng Evi, saya molor terus.
Saya semula menjalani jualan sajadah dan jilbab hanya iseng saja. Terbukti dari jarang pasang iklan dan update blog saya di http://www.grosir-batik.blogspot.com/
Blog ini semula diperuntukkan untuk sarana belajar saya untuk berjualan ritel dan grosir. Tapi kok tidak bisa berhenti, permintaan terus saja ada, walau tidak banyak paling juga tdk sampai ½ lusin. Tapi cukup buat kerepotan.
Kerepotan?? Baru melayani segitu aja sudah repot?
Gimana tidak repot saya harus membagi waktu saya untuk jualan dan ngajar kursus. Belum lagi akan ada bazaar di bundainbiz, saya buka stand.
Rencananya di stand ini saya hanya akan pajang boneka Jepang buatan saya.
Ada beberapa kursus kilat bikin boneka Jepang tapi yang tidak rumit, mengingat meja standnya hanya berukuran 1x1.8m saja. Ini ajang kenalan saja, bagi-bagi kartu nama dan hang out sesama bundainbiz.
Mungkin benar apa kata Pak Roni di blognya klo mau bisnis ya harus focus, jangan setengah-setengah, jangan tiru-tiru. Klo rame jualan jilbab ikutan, rame jualan voucher latah mau ikut jualan juga. Duh sampe bingung maunya apa sih??
Trus kapan berhasilnya??
Klo usaha jilbab lg rame semangat tapi klo lagi sepi mlempem deh putus asa, coba-coba cari usaha lainnya. Trus klo gitu terus kapan bisa ada hasilnya. Karena bisnis itu harus ada turun naiknya. Pasang dan surut. Ini prinsip alam semua ada keseimbangannya.
So, kesimpulannya adalah, saya akan menuntaskan dengan baik ‘bisnisan’ ini. Bagi saya main biz saya adalah Boneka Jepang.
Saya punya mimpi akan membuka took, disana saya jual aneka kertas washi dan boneka Washi buatan saya, dan akan ada bebarapa hari saya sediakan untuk kursus. Ini hanya mimpi
Tapi semua yang spektakuler di dunia ini berawal dari mimpi bukan?
Seperti kata Pak Eko June, Anda tidak perlu hebat untuk memulai tapi Anda harus memulai untuk jadi hebat.
Salam
Catur
Senin, 03 September 2007
Kursus Anesama, 2 Sept 2007

Tanggal 2 Sept, saya mengadakan kursus boneka anesama.
Karena tempat langganan yang bisa kami pakai sedang di renov. Saya terpaksa parkir di Solaria.
Hari Minggu ini, PTC ramai sekali, tidak seperti biasa.
Ini berimbas ke pengunjung Solaria, ramai deh.
Untung Mbak Joyce tidak keberatan. Bener kan Mbak?
Waktu kursus 3,5 jam. Ini diluar dugaaan, ternyata Mbak Joyce cukup trampil, mudah bagi saya untuk mengajarnya. Kasian suaminya nunggu lama.
Mbak Joyce kursus ditemani suami, karena rumah mereka jauh di kemayoran. Semangat sekali si Mbak Joyce.
Baru saja kursus selesai Mbak Joyce sudah tanya lagi kapan saya mau mengadakan kursus.
Duh :))
Hari itu hari yang berat buat saya karena, pusing-pusing menyerang lagi. Saya pikir kolesterol saya pasti sdg tinggi. Tapi syukur semua berjalan lancar.
Tapi sori ya Mas Faris dan Mbak Dieva, mama jadi lupa bawain oleh2. Lain kali klo mama mengajar kursus lagi mama belikan ya.
Catur
021-99688319
Senin, 27 Agustus 2007
Dieva's Craft ada di Peluang Usaha

Kemarin Minggu, tiba2 HP saya sering banget bunyi padahal biasanya sunyiiii.
Saya juga heran, kebanyakan menanyakan kursus boneka Jepang. Ternyata selidik punya selidik, mereka telp setelah baca info kursus di tabloid peluang usaha.
Penasaran saya dan suami akhirnya malam senin keluar, cari tabloidnya.
Eh bener saya (boneka saya sih) ada di kolom khusus mengulas kursus. Memang yang dibahas bukan kursus saya saja. Tapi yg bikin bangga gambar yang di attach adalah boneka Jepang Saya (banggga nih!)
Maka sibuklah saya di bulan Sept, rencananya mau istirohat buat puasa, eh malah dapet panggilan kursus privet. Duh :))
Saya mau sharing buat bunda semua, saya mengeluti boneka Jepang ini sebagai hobi awalnya. Semula keluarga saya tdk mengamini, menurut mereka ini hobi yang mahal.
Apalagi teman2 saya menertawakan, pikir mereka siapa sih yang mau bisnis atau kursus boneka kayak gini, mahal susah lagi. Coba ke ps Pagi Asemka 11ribu dapet boneka berbie, bagus lagi.
Tapi karena saya keras kepala, saya cuek aja, ke bulatan tekat saya (entah dilihat dari mana kok bulat) saya nekat belajar... dan belajar. Butuh waktu satu tahun, saya byk gagal, saya rugi waktu dan uang.
Dan saya skrg sudah bisa tersenyum, keluarga mendukung 100%, teman2 saya skrg, mulai mengenal saya sebagai Catur si 'boneka Jepang', saya anggap panggilan itu apresiasi atas apa yg saya lakukan.
Bunda, kadang kita bingung mau usaha apa kan? coba deh gali apa yg menjadi minat dan hobi bunda, klo kita seriusi semua pasti hasilnya bagus.
Bagi saya sendiri, mengeluti hobi ini, klo untung ya syukur, klo rugi, ya tidak rugi2 amat krn ini hobi saya, hasrat saya.
Memang belum sehebat Simply-Idea sih atau bisnisan Bunda yang lain, tapi semua kan harus ada awalnya bukan?
Ayo Bunda, kita semua pasti bisa, karena kita Bukan Bunda Biasa!!
Salam
Bunda Faris
http://www.dievascraft.com
Jumat, 17 Agustus 2007
Si Ungu - Megumi
Boneka ini - saya panggil Megumi- semula hampir saya buang, karena saya melakukan kesalahan dalam membuat kimono atas. Salah hitung. Saya tidak memaafkan diri saya karena kesalahan ini. Kok bisanya salah hitung. Saya hampir putus asa. Megumi saya geletakkan begitu saja di pojokan meja kerja.Namun saya sedih ketika melihatnya. Saya bertekad dia harus kelihatan cantik! Selama 2 saya berpikir apa yang harus saya lakukan untuk merubahnya.
Libur panjang hari kemerdekaan 17 Agustus, saya manfaatkan semaksimal mungkin, kebetulan tidak ada kursus. Jadi saya bisa seharian saya duduk di 'ruang kerja' saya. Untungnya anak-anak tidak mengganggu hari ini, sibuk dengan aneka lomba.
Dan .... hasilnya cantikkan? Tidak sia-sia usaha saya. Saya berjanji pada diri saya sendiri tidak akan mengulangi hal yang sama. Ketika akan membuat boneka saya harus sepenuh hati. Agar hasilnya menyentuh hati. Dan boneka yang saya buat kelihatan 'hidup'.
Saya bawa boneka Jepang -Megumi- ini ke kantor, ternyata teman-teman saya mengaguminya. Duh warna ungunya cantik sekali. Bahkan ada yang pengen langsung bawa pulang, mau dia bingkai katanya.
Tapi sekali lagi, saya tidak rela melepasnya, biar Megumi ini tinggal lebih lama di rumah saya.

Langganan:
Postingan (Atom)